Saturday, July 23, 2016

Perubahan-Perubahan Anatomik Organ Tubuh pada Penuaan Bag. 2

III. Perubahan anatomik pada sistema kardiovaskuler 
 
1.   Jantung (Cor) 

Elastisitas dinding aorta menurun dengan bertambahnya usia. Disertai dengan bertambahnya kaliber aorta. Perubahan ini terjadi akibat adanya perubahan pada dinding media aorta dan bukan merupakan akibat dari perubahan intima karena aterosklerosis. Perubahan aorta ini menjadi sebab apa yang disebut isolated aortic incompetence dan terdengarnya bising pada apex cordis. Penambahan usia tidak menyebabkan jantung mengecil (atrofi) seperti organ tubuh lain, tetapi malahan terjadi hipertropi. Pada umur 30-90 tahun massa jantung bertambah (plusmn 1 gram/tahun pada laki-laki dan plusmn 1,5 gram/tahun pada wanita). Pada daun dan cincin katup aorta perubahan utama terdiri dari berkurangnya jumlah inti sel dari jaringan fibrosa stroma katup, penumpukan lipid, degenerasi kolagen dan kalsifikasi jaringan fibrosa katup tersebut. Daun katup menjadi kaku, perubahan ini menyebabkan terdengarnya bising sistolik ejeksi pada usia lanjut. Ukuran katup jantung tampak bertambah. Pada orang muda katup antrioventrikular lebih luas dari katup semilunar. Dengan bertambahnya usia terdapat penambahan circumferensi katup, katup aorta paling cepat sehingga pada usia lanjut menyamai katup mitral, juga menyebabkan penebalan katup mitral dan aorta. Perubahan ini disebabkan degenerasi jaringan kalogen, pengecilan ukuran, penimbunan lemak dan kalsifikasi. Kalsifikasi sering terjadi pada anulus katup mitral yang sering ditemukan pada wanita. Perubahan pada katup aorta terjadi pada daun atau cincin katup. Katup menjadi kaku dan terdengar bising sistolik ejeksi. 

2. Pembuluh Darah Otak

Otak mendapat suplai darah utama dari Arteria Karotis Interna dan arteri vertebralis. Pembentukan plak ateroma sering dijumpai didaerah bifurkatio khususnya pada pangkal arteri karotis interna, Sirkulus willisii dapat pula terganggu dengan adanya plak ateroma juga arteri-arteri kecil mengalami perubahan ateromatus termasuk fibrosis tunika media hialinisasi dan kalsifikasi. Walaupun berat otak hanya 2% dari berat badan tetapi mengkomsumsi 20% dari total kebutuhan oksigen konsumsi. Aliran darah serebral pada orang dewasa kurang lebih 50cc/100gm/menit pada usia lanjut menurun menjadi 30cc/100gm/menit. Perubahan degeneratif yang dapat mempengaruhi fungsi sistem vertebrobasiler adalah degenerasi discus veterbralis (kadar air sangat menurun, fibrokartilago meningkat dan perubahan pada mukopoliskharid). Akibatnya diskus ini menonjol ke perifer mendorong periost yang meliputinya dan lig. intervertebrale menjauh dari corpus vertebrae. Bagian periost yang terdorong ini akan mengalami klasifikasi dan membentuk osteofit. Keadaan seperti ini dikenal dengan nama spondylosis servikalis. Discus intervertebralis total merupakan 25% dari seluruh collumna vertebralis sehingga degenerasi diskus dapat mengakibatkan pengurangan tinggi badan pada usia lanjut. Spondilosis servikalis berakibat 2 hal pada arteri vertebralis, yaitu: 
a. Osteofit sepanjang pinggir corpus vetebralis dan pada posisi tertentu bahkan dapat mengakibatkan oklusi pembuluh arteri ini. 
b. Berkurangnya panjang kolum servikal berakibat arteri verterbralis menjadi berkelok-kelok. Pada posisi tertentu pembuluh ini dapat tertekuk sehingga terjadi oklusi. Dengan adanya kelainan anatomis pembuluh darah arteri pada usia lanjut seperti telah diuraikan diatas, dapat dimengerti bahwa sirkulasi otak pada orang tua sangat rentan terhadap perubahan-perubahan, baik perubahan posisi tubuh maupun fungsi jantung dan bahkan fungsi otak

3. Pembuluh Darah Perifer.

Arterosclerosis yang berat akan menyebabkan penyumbatan arteria perifer yang menyebabkan pasokan darah ke otot-otot tungkai bawah menurun hal ini menyebabkan ischemia jaringan otot yang menyebabkan keluhan.

IV.Perubahan Anatomik pada Sistem Pernafasan (System Respiratorius) 

1.     Dinding dada:
Tulang-tulang mengalami osteoporosis, rawan mengalami osifikasi sehingga terjadi perubahan bentuk dan ukuran dada. Sudut epigastrik relatif mengecil dan volume rongga dada mengecil. 

2.     Otot-otot pernafasan:
Musuculus interkostal dan aksesori mengalami kelemahan akibat atrofi. 

3.     Saluran nafas:
Akibat kelemahan otot, berkurangnya jaringan elastis bronkus dan aveoli menyebabkan lumen bronkus mengecil. Cicin rawan bronkus mengalami pengapuran. 

4.     Struktur jaringan parenkim paru:
Bronkiolus, duktus alveoris dan alveolus membesar secara progresif, terjadi emfisema senilis. Struktur kolagen dan elastin dinding saluran nafas perifer kualitasnya mengurang sehingga menyebabkan elastisitas jaringan parenkim paru mengurang. Penurunan elastisitas jaringan parenkim paru pada usia lanjut dapat karena menurunnya tegangan permukaan akibat pengurangan daerah permukaan alveolus. Perubahan anatomi tersebut menyebabkan gangguan fisiologi pernapasan sebagai berikut: 

a. Gerak pernafasan : adanya perubahan bentuk, ukuran dada, maupun volume rongga dada akan merubah mekanika pernafasan menjadi dangkal, timbul gangguan sesak nafas, lebih-lebih apabila terdapat deformitas rangka dada akibat penuaan. 

b.Distribusi gas : perubahan struktur anatomik saluran nafas akan menimbulkan penimbulkan penumpukan udara dalam alveolus (air trapping) ataupun gangguan pendistribusian gangguan udara nafas dalam cabang bronkus. 

c. Volume dan kapasitas paru menurun : hal ini disebabkan karena beberapa faktor: (1) kelemahan otot nafas, (2) elastisitas jaringan parenkim paru menurun, (3) resistensi saluaran nafas (menurun sedikit). Secara umum dikatakan bahwa pada usia lanjut terjadi pengurangan ventilasi paru. 

d. Gangguan transport gas : pada usia lanjut terjadi penurunan PaO2 secara bertahap, penyebabnya terutama disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan ventilasi-perfusi. Selain itu diketahui bahwa pengambilan O2 oleh darah dari alveoli (difusi) dan transport O2 ke jaringan berkurang, terutama terjadi pada saat melakukan olahraga. Penurunan pengambilan O2 maksimal disebabkan antara lain karena: (1) berbagai perubahan pada jaringan paru yang menghambat difusi gas, dan (2) kerena bertkurangnya aliran darah ke paru akibat turunnya curah jantung. 

e. Gangguan perubahan ventilasi paru : pada usia lanjut terjadi gangguan pengaturan ventilasi paru, akibat adanya penurunan kepekaan kemoreseptor perifer, kemoreseptor sentral atupun pusat-pusat pernafasan di medulla oblongata dan pons terhadap rangsangan berupa penurunan PaO2, peninggian PaCO2, Perubahan pH darah arteri dan sebagainya.

Thursday, July 21, 2016

Ini Hidup Ku dan Itu Hidup Mu

Firda? Siapa dia? Dia adalah aku. Sebuah anugerah nama terindah dari orangtua ku. Mempunyai watak, sifat dan kepribadian berbeda dengan kedua saudara nya. Orang-orang suka nyariin dia kalo lagi butuh.
"fir ada ppt materi kuliah ini gak"?
"fir ada di kos gak?"
"fir tugas nya udah?, fir makalahnya udah? fir video nya gimana, fir nanti kamu ya yang jelasin" dan masih banyak lagi.
Apa-apa serba firda yang turun tangan. Kata nya sih kalo firda yang di kasih tanggung jawab semua permasalahan nya selesai. Yaps kadang betul, tapi kadang malas juga ngelakuin nya. Kadang terpaksa bohong karena malas bantuin hahaha, mereka kemana pas aku minta bantuan. Mereka hilang semua ditelan bumi kecuali keenam teman ku.

Panggilan firda banyak banget. Dari yang dalam batas normal sampai abnormal, entahlah dari mana mereka mendapatkan panggilan itu. Tapi aku lebih suka dipanggil "da", yaps nama belakang ku karena ngerasa akrab aja. Ada yang manggil firda, fir, da, azizah ini teman SMA, dwi, unnie panggilan SMA, adek biasanya yang manggil lebih tua, iji panggilan dari adek tersayang, kabo panggilan dari abang ku, wak panggilan dari bening berasal dari kata kecoak (panjang cerita nya kenapa bisa di panggil kayak gitu), hyung panggilan dari fitia, bahkan adek tingkat yang gak tau nama ku malah manggilnya mba fisio dan mba geriatri hadeh, melenceng jauh. Di rumah sih di panggil da, walau kadang ada panggilan aneh dari mama dan abah. But it's ok lah.

Dari Senin tanggal 18 Juli UMS mengadakan UAS, yaps kita libur dulu baru UAS beda sama kampus lain hahaha, UMS mah emang selalu beda. Ini UAS terakhir guys, semester depan gak bakalan ngerasa kayak gini lagi. Rada sedih juga sih, kenangan nya banyak banget dari awal masuk jadi mahasiswa sampai detik ini suka duka nya banyak banget. Pernah belajar sampe nangis karena gak masuk ke otak, bikin desain terapi latihan sampe nangis ini mah gak bakalan di lupain dimana tingkat frustrasi meningkat dan ngerasa dalam titik benar-benar terperosok yah itu kisah di semester 4. Pusing sama tugas, masalah pribadi, kondisi kesehatan naik turun karena saking sibuknya. Tapi akhirnya semua fase itu terlewati sedikit demi sedikit. Bulan agustus bakalan masuk fase sibuk lagi, dimana harus Pre Klinik season 2 di RSUP Soetomo Surabaya selama 2 minggu dengan 4 sks, sehari harus bikin 2 status klinis pasien dan pindah-pindah dari bangsal ke ICU lanjut pusat rehabilitasi, belum lagi bikin makalah sama ppt untuk presentasi hasil di RS untuk di kampus. Setelah itu lanjut KKN di Wonosobo 2 minggu. September mulai dengan SKRIPSI hahaha, semangat! Maret 2017 bismillah udah wisuda aamiin.

Udah lama gak nulis di blog jadi banyak yang pengen di ceritain. Dimana setiap perjalanan bertemu sama orang baru. Aku ketemu sama teman lama ku di bandara, teman ku dari SMP SMA dan sampe sekarang, dan dia di kira pacar ku hadeh. Kenapa setiap cwo yang dekat sama aku selalu di kira pacar ku? Hellooww teman ku banyakan cwo ya daripada cwe, jadi harap maklum. Yang ngira aku punya pacar, mana lho bukti nya, tunjukin noh gue pengen liat!

Selain itu ketemu orang baru juga di bandara Achmad Yani Semarang dan bayarin makan aku dan adek ku. Padahal baru kenal, rezeki dari Allah alhamdulillah. Ketiga pemuda yang gak tau nama nya asik ngajakin ngobrol dan bingung antara harus ngobrol atau makan. Mereka orang-orang di Pusdik Penerbad Semarang. Salah satu dari mereka jadi dekat, yah kita kontakan gitu. Anaknya baik, dia orang pertama yang baru ku kenal tapi udah cerita banyak tentang dia, keluarga dia, pekerjaan dia, hal yang dia suka sama gak suka hhhmmm agak beda sama orang lain yang baru aku kenal. Orangnya asik diajakin ngobrol *prok-prok. Nambahin list teman, karena seribu teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak. Dan yang bilang aku pacaran sama dia atau punya someone, jangan berpikiran macam-macam. Aku masih pengen fokus studi, banyak yang dekat tapi mereka teman ku, aku terbuka dengan siapapun yang masuk ke kehidupan ku. Aku tidak pernah mempermasalahkan dari mana mereka berasal ataupun latar belakang mereka. Kalopun ada seseorang yang ngerasa cemburu atau risih ngeliat aku berteman dengan cwo, it's ok itu pendapat mereka masing-masing, kembali pada pemikiran mereka. Karena mereka cuma tau luar nya, mereka tau nama ku tapi tidak dengan kehidupan ku.

So biarin orang mau ngomong apa itu terserah mereka, jangan terlalu diambil pusing. Hidup kalo dengerin omongan orang bakalan bikin telinga panas dan nambahin dosa, mending diam + cuek. 
Ini hidup ku dan itu hidup mu. Life must go on guys....

Monday, July 11, 2016

Perubahan-Perubahan Anatomik Organ Tubuh pada Penuaan Bag. 1

I. Perubahan Anatomik pada Sistem Muskuloskeletal 
         Massa tulang kontinu sampai mencapai puncak pada usia 30-35 tahun dan setelah itu akan menurun karena disebabkan berkurangnya aktivitas osteoblas, sedangkan aktivitas osteoklas tetap normal. Secara teratur tulang mengalami turn over yang dilaksanakan melalui 2 proses yaitu; modeling dan remodeling, pada keadaan normal jumlah tulang yang dibentuk remodeling sebanding dengan tulang yang dirusak. Ini disebut positively coupled jadi masa tulang yang hilang nol. Bila tulang yang dirusak lebih banyak terjadi kehilangan masa tulang ini disebut negatively coupled yang terjadi pada usia lanjut. Dengan bertambahnya usia terdapat penurunan masa tulang secara linier yang disebabkan kenaikan turn over pada tulang sehingga tulang lebih pourus. Pengurangan ini lebih nyata pada wanita, tulang yang hilang kurang lebih 0,5 sampai 1% per tahun dari berat tulang pada wanita pasca menopouse dan pada pria diatas 80 tahun. Selama kehidupan laki-laki kehilangan 20-30% dan wanita 30-40% dari puncak massa tulang. Pada sinovial sendi terjadi perubahan berupa tidak ratanya permukaan sendi serta terjadi celah dan lekukan dipermukaan tulang rawan. Erosi tulang rawan hialin menyebabkan pembentukan kista di rongga sub kondral. Ligamen dan jaringan peri artikuler mengalami degenerasi. Semuanya ini menyebabkan penurunan fungsi sendi, elastisitas dan mobilitas hilang sehingga sendi kaku, kesulitan dalam gerak yang rumit. Perubahan yang jelas pada sistem otot adalah berkurangnya masa otot terutama mengenai serabut otot tipe II. Penurunan ini disebabkan karena otropi dan kehilangan serabut otot. Perubahan ini menyebabkan laju metabolik basal dan laju konsumsi oksigen maksimal berkurang. Otot menjadi mudah lelah dan kecepatan laju kontraksi melambat. Selain penurunan masa otot juga dijumpai berkurangnya rasio otot dan jaringan lemak.

II.Perubahan Anatomik pada Sistem Integumen 


1. Kulit
2. Rambut
    a. Pertumbuhan menjadi lambat, lebih halus dan jumlahnya sedikit.
    b. Rambut pada alis, lubang hidung dan wajah sering tumbuh lebih panjang.
    c. Rambut memutih.
    d. Rambut banyak yang rontok.
3. Kuku
   a. Pertumbuham kuku lebih lambat, kecepatan pertumbuhan menurun 30-50% dari orang dewasa.
    b. Kuku menjadi pudar.
    c. Warna kuku agak kekuningan.
    d. Kuku menjadi tebal, keras tapi rapuh.
    e. Garis-garis kuku longitudinal tampak lebih jelas. Kelainan ini dilaporkan terdapat pada 67% lansia berusia 70 tahun.
  

Thursday, June 9, 2016

FUTURE : TWO WAYS



Selamat menjalankan ibadah puasa, alhamdulillah ketemu lagi sama bulan Ramadhan 1437 H dan pastinya masih menjalankan puasa di kota rantau, Solo. Yah puasa nya anak rantau tau lah, kangen masakan rumah, kangen kumpul sama keluarga. Buka puasa sama anak kos atau gak bukber sama teman sekelas. Sahur yah sendirian di kamar. Buka puasa yang ngucapin sampai bela-belain nelpon yah cuma ortu tercinta, yang bangunin sahur juga ortu hahaha. Pertama puasa di Solo tahun 2014, kalo boleh jujur itu puasa pertama sahurnya makan sambil nangis, buka nya pun makan sambil nangis. Yaiyalah puasa pertama tanpa keluarga tapi lama kelamaan udah terbiasa walaupun ngerasa kesepian aja. Kalo mau makan musti keluar dulu, beda kalo di rumah, makan yah tinggal makan. Satu hal yang beda banget puasa di rumah sama di kos yaitu menu makanan. Menu makanan anak kos saat puasa sama gak puasa sama aja, sama-sama cuma SATU jenis makanan, beda sama dirumah yang menu makanan buka puasa nya bermacam-macam. Jangankan makanan, minuman pun sama. Di rumah kalo buka puasa nih ada 3 jenis minuman buat aku, pertama air putih, kedua es sirup dan ketiga es buah. Di kos, ada air putih aja udah alhamdulillah, mau beli macam-macam minuman dan makanan musti mikir keras dulu. Setidaknya masih bisa makan karena di luar sana masih ada yang lebih kurang, intinya jangan lupa bersyukur.

Ini puasa kedua dimana saat puasa harus ujian praktek tapi gak UAS kayak tahun kemaren, tahun ini UAS nya habis lebaran. Gak bisa ngebayangin UAS nya habis lebaran, ilmu nya udah ngawang kemana-mana kebawa suasana liburan. Kenapa gak UAS nya sebelum liburan aja T_T??? Selesai ujian praktek cuss balik Pangkalan Bun, kangen berat uuuyy dan lebaran bakalan di Buntok, nikmati perjalanan 13 jam pake mobil siap-siap kena LBP. Setidaknya semester ini terakhir ngerasain UTS, ujian praktek dan UAS serta suasana belajar di ruang kelas teori dan praktek, bakalan kangen sama semua itu termasuk perjuangannya. Semester depan gak bakalan ngerasain kayak gitu lagi, bakalan ngerasain semprop dan skripsi, siap-siap kena coret dan revisi, kudu harus kuat mental hahaha walaupun juga pernah ngerasain proposal beberapa kali revisi dan beberapa kali ngeprint, dan semua itu nguras dompet -_-.

Satu hal yang bikin bingung setelah lulus, apakah aku lanjut profesi tapi tau sendiri lah profesi fisioterapi gimana permasalahan nya (cari tau sendiri), lanjut S2, kerja di klinik atau RS, jadi asdos, tapi pasti nya gak bakalan nganggur. Jujur masih bingung banget, pengennya setelah lulus belajar ke pare terus ke bandung kemudian cari beasiswa S2 ke luar negeri. Di satu sisi pengen jadi tenaga medis di daerah perdamaian atau daerah konflik/perang, di satu sisi lagi pengen daftar jadi .... atau .... (ini masih rencana, gak tau ortu bakalan acc atau gak, dan pastinya harus lepas hijab selama pendidikan). Opsi terakhir bakalan sedih, kenapa? Karena harus lepas hijab, tapi nunggu restu dari ortu dulu, kayaknya mama sulit mengijinkan kalo abah acc aja kayak nya, waktu SMA nyaranin nya juga masuk ke dunia seperti itu. Walaupun teman dekat nyaranin buat masuk itu karena postur bagus lah, itu lah ini lah, mereka cuma bilang kamu tinggal belajar renang aja fir hadeh -_-. Kenapa pengen masuk itu di opsi terakhir? Yang pastinya bukan karena seseorang, ini pilihan diri sendiri walaupun rada kecuci otaknya sama salah satu anggota ..... yang juga seorang saat kegiatan di bulan mei lalu plus ada satu teman cwo sekelas yang nyaranin juga buat masuk, karena dia juga setelah lulus pengen lanjut kesitu. Alasan kenapa pengen lanjut kesitu, ngerasa kurang tenaga medis aja di bagian situ plus fisioterapis juga langka banget lanjut kesitu, bukan biar beda tapi karena di instansi tersebut sangat sangat membutuhkan tenaga medis seperti fisioterapi bukan hanya dokter maupun perawat. Selain itu, kalo masuk situ bisa disiplin. Aku nya sih disiplin tapi malas nya itu lho kadang gak tau diri, tergantung mood juga sih. Alm dr vi aja bilang, "kamu tuh pintar tapi sayang suka malas" hadeh. Aku cuma males belajar udah itu aja, yang lain rajin kok. Kalo belajar itu bikin ngantuk apalagi kalo dikampus dosennya jelasin kayak ceramah berasa 1 watt mata nya. Walaupun jarang belajar dan lebih suka ketiduran waktu belajar tapi aku paham kok sama semua penjelasan dosen dan pastinya alhamdulillah lulus terus *prok-prok. Itulah sisi buruk nya kkkk (jangan ditiru).

Tapi gak tau kedepannya bakalan kayak gimana, mudahan salah satu opsi terwujud dan di acc Allah SWT, aamiin. Setidaknya berjuang dulu buat nyelesain skripsi dan semangat ujian praktek untuk terakhir kali nya yeee ^_^

Good luck buat kita semua Fisioterapi S1 UMS angkatan 2013

Wednesday, June 1, 2016

KERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Keragaman atau kemajemukan merupakan kenyataan sekaligus keniscayaan dalam kehidupan di masyarakat. Keragaman merupakan salah satu realitas utama yang dialami masyarakat dan kebudayaan di masa silam, kini dan di waktu-waktu mendatang. Sebagai fakta, keragaman sering disikapi secara berbeda. Di satu sisi diterima sebagai fakta yang dapat memperkaya kehidupan bersama, tetapi di sisi lain dianggap sebagai faktor penyulit. Kemajemukan bisa mendatangkan manfaat yang besar, namun juga bisa menjadi pemicu konflik yang dapat merugikan masyarakat sendiri jika tidak dikelola dengan baik.
Di Indonesia, berbagai konflik antar sukubangsa, antar penganut keyakinan keagamaan, ataupun antarkelompok telah memakan korban jiwa dan raga serta harta benda, seperti kasus Sambas, Ambon, Poso dan Kalimantan Tengah. Masyarakat majemuk Indonesia belum menghasilkan tatanan kehidupan yang egalitarian dan demokratis.
Persoalan-persoalan tersebut sering muncul akibat adanya dominasi sosial oleh suatu kelompok. Adanya dominasi sosial didasarkan pada pengamatan bahwa semua kelompok manusia ditujukan kepada struktur dalam sistem hirarki sosial suatu kelompok. Di dalamnya ditetapkan satu atau sejumlah kecil dominasi dan hegemoni kelompok pada posisi teratas dan satu atau sejumlah kelompok subordinat pada posisi paling bawah. Di antara kelompok-kelompok yang ada, kelompok dominan dicirikan dengan kepemilikan yang lebih besar dalam pembagian nilai-nilai sosial yang berlaku. Adanya dominasi sosial ini dapat mengakibatkan konflik sosial yang lebih tajam.
Negara-bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai kelompok etnis, budaya, agama, dapat disebut sebagai masyarakat multikultural. Berbagai keragaman masyarakat Indonesia terwadahi dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terbentuk dengan karakter utama mengakui pluralitas dan kesetaraan warga bangsa. NKRI yang mengakui keragaman dan menghormati kesetaraan adalah pilihan terbaik untuk mengantarkan masyarakat Indonesia pada pencapaian kemajuan peradabannya.

B.  Perumusan Masalah
1. Apakah pengertian dan hakikat keragaman ?
2. Apakah pengertian mengenai keragaman manusia dan keragaman masyarakat?
3. Apa sajakah problematika keragaman ?
4. Bagaimanakah peran pemerintah dalam menghadapi keragaman ?

C.   Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan di Bidang Ilmu Sosial Budaya Dasar dan menambah pemahaman tentang hakikat manusia, keragaman dalam dinamika sosial budaya yang diharapkan bermanfaat bagi kita semua.


BAB II
PEMBAHASAN

                Keragaman manusia bukan berarti manusia itu bermacam-macam atau berjenis-jenis seperti halnya binatang dan tumbuhan. Manusia sebagai mahluk Tuhan tetaplah berjenis satu. Keragaman manusia di maksudkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan. Perbedaan itu ada karena manusia adalah mahluk individu yang setiap individu memiliki ciri-ciri khas tersendiri.
Perbedaan itu terutama di tinjau dari sifat-sifat pribadi, misalnya sikap, watak, kelakuan, temperamen, dan hasrat. Contoh, sebagai mahasiswa baru kita akan menjumpai teman-teman mahasiswa lain dengan sifat dan watak yang beragam. Dalam kehidupan sehari-hari kita akan menemukan keragaman akan sifat dan ciri-ciri khas dari setiap orang yang kita jumpai. Jadi manusia sebagai pribadi adalah unik dan beragam.

Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : 1) tingkah laku; 2) lagu; musik; langgam; 4) warna, corak, ragi ; 5) laras (tata bahasa)..
Keragaman yang dimaksud disini adalah suatu kondisi dalam masyarakat di mana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku, bangsa dan ras, agama dan keyakinan, budaya, ideologi,  adat kesopanan, serta situasi ekonomi. Maka dapat disimpulkan keragaman masyarakat adalah sebuah keadaan yang menunjukkan perbedaan yang cukup banyak macam atau jenisnya dalam masyarakat.
Keragaman manusia baik dalam tingkat individu dan di tingkat masyarakat merupakan tingkat realitas atau kenyataan yang meski kita hadapi dan alami. Keragaman individual maupun sosial adalah implikasi dari kedudukan manusia, baik sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. Kita sebagai individu akan berbeda dengan seseorang sebagai individu yang lain. Demikian pula kita sebagai bagian dari satu masyarakat memiliki perbedaan dengan masyarakat lainnya.

Di Indonesia unsur keragamannya dapat dilihat dalam suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi dan politik, tata karma, kesenjangan ekonomi, dan kesenjangan sosial. Semua unsur tersebut merupakan hal yang harus dipelajari agar keragaman hal tersebut tidak membawa dampak yang buruk bagi kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
Ada tiga macam istilah yang digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang majemuk yang terdiri dari ras, agama, bahasa dan budaya yang berbeda yaitu masyarakat pural, masyarakat heterogen, dan masyarakat multikultural.
Pluralitas yaitu mengandaikan adanya hal-hal yang lebih dari satu (many).
Heterogen yaitu menunjukan bahwa keberadaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda, bermacam-macam dan bahkan tidak dapat disamakan.
Multikultural merupakan  inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpa memperdulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa maupun agama. Multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama di ruang publik, menekankan pengakuan dan penghargaan pada perbedaan.


D.   Unsur-Unsur Keragaman dalam Masyarakat Indonesia

1.     Suku Bangsa dan Ras
Suku bangsa yang menempati wilayah dari Indonesia dari sabang sampai merauke sangat beragam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriyah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran-ukuran tubuh, mata, ukuran kepala, dan lain sebagainya.
Di Indonesia, terutama bagian barat dari Sulawesi adalah termasuk ras mongoloid melayu muda (Deutero Malayan Mongoloid). Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto Malayan Mongoloid).  Sebelah timur Indonesia termasuk ras Austroloid, termasuk bagian NTT. Sedangkan kelompok terbesar yang temasuk kelompok pribumi adalah golongan China yang termasuk Astratic Mongoloid.

2.     Agama dan Keyakinan
Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan ghaib yang tidak dapat ditangkap dengan panca indra. Namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan sehari-hari.

Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci. Hal ini pula yang barang kali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. Namun apapun bentuk kepercayaan  yang di anggap sebagai agama, tampaknya memang memiliki ciri umum yang hampir  sama, baik dalam agama primitive maupun agama monoteisme.
Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat adalah :
• Berfungsi edukatif : ajaran agama yang secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang
• Berfungsi penyelamat
• Berfungsi sebagai perdamaian
• Berfungsi sebagai sosial control
• Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas
• Berfungsi transformatif
• Berfungsi kreatif
• Berfungsi sublimatif
Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia.

3.   Ideologi dan Politik
Ideologi ialah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan, yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukkan. Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban.
Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya orde lama. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui ideologi, yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.

4.     Tata Krama
Tata karma yang dianggap dari Bahasa Jawa yang berarti “adat sopan santun”, pada dasarnya ialah tindakan, perilaku, adat istiadat, tegur sapa, ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.
Tata karma dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. Indonesia memiliki beragam suku bangsa di mana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun temurun dan berkesinambungan dari generasi dan ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama.

5.     Kesenjangan Ekonomi
Bagi sebagian Negara berkembang, perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. Namun umumnya, masyarakat kita berada dibawah golongan tingkat ekonomi menengah kebawah. Hal ini tentu saja menjadi pemicu adanya kesenjangan yang tidak dapat dihindari lagi.

6.     Kesenjangan Sosial
Masyarakat Indonessia merupakan masyarakat yang majemuk dengan berbagai macam tingkat, pangkat dan strata sosial yang hierarkis. Hal ini dapat dilihat dan dirasakan jelas dengan adanya penggolongan orang yang berdasarkan kasta.
Hal inilah yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial, yang tidak hanya menyakitkan, namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. Tidak hanya itu bahkan menjadi sebuah pemicu perang antar etnis atau suku.

E.    Problematika Keragaman

1.   Disharmonisasi
Disharmonisasi adalah tidak adanya penyesuaian atas keragaman antara manusia dengan dunia lingkungannya. Disharmonisasi dibawa oleh virus paradoks yang ada dalam globalisasi. Paket globalisasi begitu memikat masyarakat dunia dengan tawarannya akan keseragaman global untuk maju bersama dalam komunikasi gaya hidup manusia yang bebas dan harmonis dalam tatanan dunia, dengan menyampingkan keunikan dan keberagaman manusia sebagai pelaku utamanya.

2.   Perilaku Diskriminatif
Perilaku diskriminatif terhadap etnis atau kelompok masyarakat tertentu akan memunculkan masalah yang lain, yaitu kesenjangan dalam berbagai bidang yang tentu saja tidak menguntungkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

3.   Eksklusivisme dan Rasialis
Eksklusivisme, rasialis berasal dari superioritas diri, alasannya dapat bermacam-macam, antara lain : keyakinan bahwa secara kodrati ras/sukunya kelompoknya lebih tinggi dari ras/suku/kelompok lain.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkecil masalah yang diakibatkan oleh pengaruh negatif dari keragaman, yaitu :
• Semangat religious
• Semangat nasionalisme
• Semangat humanism
• Dialog antar umat beragama
• Membangun suatu pola komunikasi untuk interaksi maupun konfigurasi hubungan antar agama, media massa, dan harmonisasi dunia.

F.    Peran Pemerintah dan Masyarakat Menghadapi Keragaman

a.    Menumbuhkan rasa sadar dan kebanggan dalam hidup yang beragam. Hanya dengan cara itulah dapat tercipta saling menghargai satu sama lainnya dan kerukunan dalam masyarakat dapat tercipta.
b.    Kita hidup dalam masyarakat yang serba multi, sehingga perlu adanya sosialisasi tentang kesadaran akan keragaman, yaitu suatu cara berhubungan antar individu dengan individu atau individu dengan masyarakat.
c.    Dengan ini diharapkan dapat saling mengenal, saling akrab, lebih mudah bergaul, lebih percaya antara satu dengan lainnya. Dan akhirnya dapat saling berkerjasama dalam keragaman.
d.    Sosialisasi tentang kesadaran akan keragaman dapat diterapkan mulai tingkat yang paling bawah yaitu tingkatan RT.
e.    Acara kerja bakti rutin RT atau acara 17-an dapat dijadikan sarana untuk saling mengenal, berkerjasama dan bersilaturahmi antar individu yang berbeda etnis maupun agama.
f.     Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dalam kehidupan masyarakat, masyarakat dapat menjadi sadar akan keragaman yang ada disekitarnya sehingga dapat menimbulkan rasa persatuan antar mereka dan dapat mencegah konflik antar etnis.
g.    Cara lain yang dapat dilakukan untuk memupuk persatuan dalam keragaman adalah dengan saling tukar menukar budaya. Kita pasti sering mendengar adanya acara festival budaya yang sering diadakan di kota-kota besar di Indonesia. Dengan adanya acara tersebut diharapkan dapat membangun persatuan dan kesatuan antar daerah di Indonesia yang notabene memiliki perbedaan secara kultur. Selain dapat mempersatuakan etnis-etnis yang ada di Indonesia, acara tersebut juga dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
h.    Menyelenggarakan ajang festival budaya yang diikuti dari berbagai macam perwakilan daerah-daerah di Indonesia.
i.      Melakukan pemindahan penduduk secara terprogram melalui transmigrasi khususnya dari pulau Jawa, Bali dan Madura ke berbagai pulau di Indonesia yang jarang penduduknya dan memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain meningkatkan kesejahteraan penduduk juga dapat mengenal kebudayaan setempat. Meskipun terlihat bahwa otonomi daerah lebih menonjolkan sifat-sifat kedaerahannya, namun tidak dapat dipungkiri bahwa otonomi daerah merupakan langkah cerdas dalam memberikan kesempatan kepada daerah-daerah yang memiliki perbedaan-perbedaan dalam banyak hal untuk mengembangkan diri dalam membangun masyarakatnya.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.  Keragaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku, bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta situasi ekonomi.
2.  Keragaman masyarakat adalah sebuah keadaan yang menunjukkan perbedaan yang cukup banyak macam atau jenisnya dalam masyarakat.
3.  Unsur-unsur keragaman, yaitu :
a.   Suku bangsa dan ras
b.   Agama dan Keyakinan
c.   Ideologi dan Politik
d.   Tata Krama
e.   Kesenjangan Sosial
f.    Kesenjangan Ekonomi
4.  Problematika Keragaman, yaitu :
a.   Disharmonisasi
b.   Diskriminasi
c.   Eksklusivisme dan rasialis
5.  Peran pemerintah menghadapi keragaman, sebagai berikut :
a.   Adanya sosialisasi tentang kesadaran akan keragaman
b.   Saling tukar budaya
c.    Mengadakan festival budaya
d.    Melakukan perpindahan penduduk