Saturday, July 11, 2015

FARMAKOLOGI : Teknik Hidroterapi Bagi Kesehatan



BAB I
 PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang
Air adalah salah satu sumber kehidupan manusia untuk dapat bertahan hidup di bumi. Begitupula dengan manfaatnya yang sangat luar biasa, terutama di bidang kesehatan. Akhir-akhir ini banyak penyakit yang bermunculan, dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang parah. Dimana hal tersebut salah satu faktor penyebabnya adalah air yang sudah tercemar.
Kita bisa mengibaratkan diri kita seperti tanaman. Dimana tubuh kita akan layu bila kekurangan air. Mengingat hal tersebut, Allah telah menciptakan air yang sangat bermanfaat bagi umat-Nya di muka bumi. Sebagaimana telah kita ketahui, air sangat berguna bagi kesehatan kita, diantaranya :

a.  Air putih, dapat membuat kulit menjadi halus, melangsingkan badan dan menyehatkan jantung
b.  Hidroterapi, menyembuhkan dan meredakan berbagai macam penyakit ringan dengan cara yang berbeda dan sifat-sifat penyembuhanyang berbed.
c.   Air panas, dapat meredakan nyeri persendian, otot dan peradangan dengan cara mandi air panas.
d.  Air dingin, bermanfaat untuk memperbaiki aliran darah ke organ-organ dan jaringan-jaringan internal dan juga mengurangi pembengkakan dengan cara mandi air dingin, dan lain-lain.

Setelah mengetahui bahwa air memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, maka perlu ditangani pencemaran air yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Hal itu berdampak pada kesehatan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Dimana air yang seharusnya sangat bermanfaat bagi manusia, menjadi sesuatu yang membahayakan kesehatan manusia, karena adanya pencemaran air yang tidak bisa terkontrol apabila tidak ada kesadaran pada diri yang bersangkutan.
Banyak dari kita yang percaya bahwa alam memiliki banyak cara untuk memberikan bantuan kepada masalah kita. Tapi, kita manusia tidak pernah gagal untuk mengungkap rahasia di depan mata kita dan satu perawatan tersebut disebut hidroterapi.
Hidroterapi adalah salah satu pengobatan terbaik untuk beberapa jenis rasa sakit, termasuk sakit kepala dan arthritis. Bahkan, tingkat pemulihan yang begitu baik yang telah digunakan dalam beberapa sesi pemulihan pasca operasi.


B.    Rumusan Masalah
1.  Adakah pengaruh hidroterapy bagi kesehatan manusia?
2.  Adakah macam-macam teknik Hidroterapi?
3.  Bagaimana cara teknik Hidroterapi dilakukan?

C.   Tujuan
1.  Pengertian hidroterapi
2.  Pengaruh teknik hidroterapi bagi kesehatan manusia
3.  Berbagai cara teknik hidroterapy bagi kesehatan.




BAB II
PEMBAHASAN

Hidroterapi menggunakan air untuk menyembuhkan dan meringankan penyakit. Ini mungkin metode yang tertua dari semua pengobatan. Kebajikan paliatif dan kuratif air semakin diakui dan hidroterapi dapat secara efektif mengembalikan fungsi normal dalam tubuh dan digunakan untuk membantu menyeimbangkan metabolisme. Tidak ada agen terapeutik lainnya memiliki banyak kualitas yang bisa dikagumi selain air. Ini adalah pelarut universal dan dapat digunakan sebagai air minum untuk membantu penghapusan produk limbah dari tubuh yang menumpuk dalam tubuh.

D.   Kualitas Penyembuhan Air
Hidroterapi adalah penggunaan air untuk menyembuhkan dan meredakan berbagai macam penyakit ringan dan air bisa digunakan dalam sejumlah cara yang berbeda. Sifat-sifat penyembuhan air telah dikenal sejak zaman kuno terutama oleh peradaban Yunani, Romawi, dan Turki namun juga oleh orang-orang di Eropa dan Cina. Kebanyakan orang sudah tahu manfaat mandi air panas untuk melenturkan tubuh, memulihkan kekakuan, dan sakit otot, serta membantu agar bisa tidur nyenyak.
Air panas atau uap mengakibatkan pembuluh-pembuluh darah vasodilatasi, membuka pori-pori kulit dan mendorong keluarnya keringat dan mengendurkan otot-otot dan anggota badan. Air dingin memiliki manfaat sebaliknya dan menyegarkan kembali dan menyehatkan tubuh. Air dingin membuat pembuluh-pembuluh darah vasokontriksi dan darah dialihkan ke jaringan-jaringan dan organ-organ dalam untuk membantu mempertahankan suhu tubuh. Es atau air dingin bisa digunakan untuk meredakan bengkak dan memar yang mengakibatkan pori-pori kulit kembali menutup.
Dalam ilmu pengetahuan ortodoks, hidroterapi digunakan sebagai suatu teknik fisioterapi untuk orang-orang yang baru pulih dari luka serius yang menimbulkan kerusakan otot. Selain itu, hodroterapi cocok digunakan untuk pasien yang memiliki persoalan di persendiannya dan mereka yang memiliki ketidakmampuan fisik yang parah. Banyak rumah sakit yang menawarkan pilihan kelahiran dengan metode air kepada para calon ibu dan metode persalinan seperti ini telah menjadi semakin populer. Hidroterapi bisa diberikan dalam bentuk pengobatan untuk kondisi-kondisi medis lain dalam naturopati, dengan menggunakan teknik-teknik yang dikemukakan diatas.


E.    Teknik Pengobatan Dengan Hidroterapi
v Mandi Air Panas
Mandi air panas digunakan untuk meredakan nyeri persendian dan otot, serta peradangan. Untuk membantu penyembuhan luka-luka kecil atau beberapa kondisi kulit bisa diterapkan mandi air panas atau hangat dengan ditaburi berbagai zat seperti ekstrak rumput kedalam air tersebut. Setelah persalinan, untuk menyembuhkan robekan kulit seringkali dianjurkan untuk sering mandi air hangat yang telah diberi antiseptic dengan jumlah secukupnya.
Kebanyakan kita mengetahui manfaat mandi air hangat, yakni menciptakan rasa santai. Mandi air hangat bersuhu antara 36,5 derajat C dan 40 derajat C (98 F dan 104 F) sangat bermanfaat sebagai alat relaksasi otot. Sebagai permulaan, lima menit berendam dalam air panas suhu setinggi itu kiranya sudah cukup. Selanjutnya lama perendaman di perlama menjadi sepuluh menit sehari, selama tidak muncul perasaan lemah dan pusing.perlu diketahui mandi air hangat sekejap ternyata memiliki efek yang cukup berbeda dengan mandi air hangat yang agak lama.
Tidak ada manfaat yang bisa dipetik dengan memperlama mandi air hangat. Berendam dalam air hangat tidak hanya bermanfaat bagi saraf-saraf permukaan melainkan juga bagi sistem saraf otonomis (yang normalnya berasal di luar kendali kita) maupun kelenjar-kelenjar penghasil hormon, terutama adrenal menjadi kurang aktif. Mandi diperlama dengan cara berendam akan memiliki efek yang berlawanan.

v Mandi Air Dingin
Mandi air dingin bermanfaat memperbaiki aliran darah ke organ-organ dan jaringan-jaringan internal dan juga mengurangi pembengkakan. Pasien bisa duduk sebentar di air dingin yang dangkal dan memberi air tambahan yang dipercik-percikkan ke kulit yang ingin disembuhkan. Bagian yang bengkak dan terasa nyeri bisa direndam di air dingin untuk mengurangi pembengkakannya. Pasien jangan sampai kedinginan dan bentuk pengobatan semacam ini paling cocok untuk mereka yang masih mampu mengeringkan badannya sendiri dengan cepat menggunakan handuk hangat. Terapi dengan mandi air dingin ini sebaiknya tidak dilakukan pada orang yang mengalami kondisi sakit yang serius atau anak yang masih sangat kecil atau orang yang sudah setengah baya.

v Mandi Netral
Dipermukaan kulit terdapat banyak ujung saraf dan ujung-ujung saraf tersebut berhubungan dengan penerimaan rangsangan. Lebih banyak di antara ujung-ujung saraf  merupakan penerima dingin dibandingkan penerima panas. Rangsangan tersebut memiliki pengaruh pada sistem saraf simpatetik dan dapat mempengaruhi sistem hormonal tubuh. Semakin besar perbedaan antara suhu kulit dan air yang dikenakan ke kulit, semakin besar pula potensi timbulnya reaksi fisiologis. Sebaliknya, air yang suhunya sama dengan suhu tubuh memiliki efek pereda rasa nyeri dan pengendur yang mencolok terhadap sistem saraf.          Kondisi ini sangat penting yang diperlukan dalam keadaan stres dan bisa menghasilkan perkembangan dengan apa yang disebut ”mandi netral”. 
Sebelum dikembangkannya obat penenang, metode yang paling andal dan efektif dalam menenangkan pasien yang gelisah adalah dengan menggunakan mandi netral. Pasien dimasukkan ke dalam sebuah wadah air yang suhunya dipertahankan antara 33,5 derajat C dan 35 derajat C (92 oF dan 96 oF) sering kali sampai selama lebih dari tiga jam dan terkadang sampai selama dua puluh empat jam. Jelasnya cara seperti ini tidaklah praktis untuk rata-rata orang yang mengalami ketegangan pada saat sekarang ini. Akan tetapi, sebagai langkah pertolongan diri, mandi netral bisa dijadikan alat untuk meredakan sakit pada sistem saraf jika digunakan dalam jangka waktu yang relatif pendek. Suhu airnya perlu dipertahankan pada tingkat yang disebut di atas dan hendaknya digunakan termometer khusus untuk mandi.
Berendam selama setengah jam seperti ini akan memiliki efek menghilangkn rasa nyeri atau bahkan efek yang menimbulkan rasa kantuk. Cara ini tidak mengakibatkan terjadinya ketegangan pada jantung, sirkulasi darah, atau sistem saraf dan dapat menghasikan relaksasi otot maupun relaksasi dan vasodilatasi pembuluh darah. Semua efek ini bisa mendorong munculnya relaksasi. Mandi dengan cara seperti ini bisa digunakan bersama-sama dengan metode relaksasi yang lain seperti meditasi dan teknik-teknik pernapasan, sehingga menghasilkan stres. Mandi seperti ini bisa dilakukan setiap hari jika memang perlu.

v Mandi Uap
Mandi uap bisa digunakan untuk mengeluarkan keringat dan terbukanya pori-pori kulit dan memilki efek menyegarkan dan membersihkan badan. Tubuh mungkin mampu mengeluarkan zat-zat yang berbahaya dengan mandi uap dan di akhiri dengan mandi dingin.

v Mandi Sitz
Mandi sitz biasanya diberikan untuk mengobati kondisi-kondisi yang menimbulkan rasa nyeri yang disertai kulit robek seperti wasir atau luka pada anal dan juga sakit ringan yang bisa mempengaruhi organ kemaluan dan kencing. Pasien duduk ditempat mandi dengan rancangan khusus yang mempunyai dua bagian terpisah, satu ruang diisi air dingin dan ruang lainnya air panas.
Pertama-tama, pasien duduk ditempat air dingin sampai terendam pinggul dan perut bawah dengan kaki berada di wadah yang berisi air dingin. Setelah tiga menit, pasien mengubah posisinya dengan duduk di bagian air dingin dengan kaki di air panas.

v Semprotan Air Dingin dan Panas
Semprotan air panas dan dingin bisa diberikan untuk menyembuhkan sejumlah gangguan yang berbeda namun teknik ini tidak dianjurkan untuk pasien yang menderita sakit yang parah, orang-orang tua atau anak-anak kecil.

v Pembungkusan (Wrapping)
Pembungkusan (wrapping) digunakan untuk pasien yang mengidap penyakit bronkitis, nyeri punggung dan kondisi-kondisi demam. Kertas basah yang dingin yang telah diperas dibungkuskan ke tubuh pasien, setelah itu disusul dengan pembungkusan menggunakan kertas kering lalu selimut hangat. Bungkusan tersebut didiamkan sampai kertas bagian dalam yang basah tadi telah mengering dan kemudian tutupnya yakni kertas kering dan selimut hangat dibuka. Tubuh diseka menggunakan air hangat-hangat kuku sebelum dikeringkan dengan handuk. Kadang-kadang pembungkusan tersebut bisa dilakukan pada daerah tubuh yang lebih kecil seperti perut bagian bawah untuk menyembuhkan persoalan khusus pada tubuh, biasanya sembelit.

v Pengepakan Dingin
Pengepakan dingin diuraikan oleh pastor Bavarian yang terkenal di abad ke-19 yakni Sebastian Kniepp dalam risalahnya yang terkenal berjudul My WaterCure, dibuku tersebut ia menjelaskan manfaat hidroterapi. Untuk melaksanakan pengepakan dingin Anda memerlukan secarik kain katun yang lebar; kain flanel atau sutra (selimut), lembaran karet untuk digunakan alas di tempat tidur; sebotol air panas, kancing pengaman.
Pertama-tama, celupkan kain katun ke dalam air dingin, peras sampai tuntas dan letakkan di atas kain flanel yang telah dihamparkan di atas lembaran karet di tempat tidur. Baringkan pasien yang akan mendapat pengobatan di atas kain yang basah tadi, balutkan kain itu ke tubuh pasien dan segera tutupi dengan kain flanel. Pasang kancing agar kain bisa rapat membungkus tubuh. Sekarang tarik seprai dan beri sebotol air hangat. Pengepakan dingin ini berubah menjadi hangat, secara berangsur-angsur selama kurun waktu enam sampai delapan jam dan dibiarkan agar kering. Biasanya pasien akan banyak mengeluarkan keringat, dengan demikian bahan-bahan yang telah digunakan itu hendaknya dicuci bersih sebelum digunakan lagi. Jika timbul perasaan kedinginan yang lembap, kain yang basah tadi mungkin tidak dibungkuskan dengan baik atau bahan penyekatnya terlalu longgar atau terlalu sedikit.

v Pengambangan
Untuk pengobatan kehilangan indra sensoris. Pengambangan dilakukan dengan membaringkan tubuh pasien menghadap ke atas pada sebuah wadah tertutup dan gelap yang diisi air garam yang hangat. Di tempat itu tidak boleh ada suara, kecuali mungkin beberapa musik alam yang bisa membawa pasien memasuki kondisi seperti mimpi. Pengobatan semacam ini benar-benar bisa menghasilkan kesegaran dan mengakibatkan tidur yang nyenyak dan santai

F.    Jenis Perawatan Hidroterapi
Ada jenis perawatan hidroterapi yang dapat membawa meredakan rasa sakit dan berbagai gejala lain dari penyakit. Hydrotherapy digunakan sebagai teknik fisioterapi untuk pasien dalam luka pasca fase pemulihan serius dan masalah sakit otot. Hal ini berguna pada pasien dengan masalah sendi dan cacat fisik yang parah.

a.  Hydro-massage
Jenis pengobatan hidroterapi memanfaatkan air hangat dan bertujuan untuk menerapkan pijat mekanik, termal atau kimia untuk tubuh dengan bantuan air. Hydro-massage membantu otot untuk rileks dan mengurangi rasa sakit dan ketegangan yang mungkin ada pada otot. Penyakit tertentu yang dapat disembuhkan dengan hydro-massage termasuk fibromyalgia, insomnia, multiple sclerosis, penyakit Crohn dan banyak lagi. 

b.  Colon Hydrotherapy
Jenis hydrotherapy juga disebut sebagai pembersihan usus, seperti namanya, melibatkan infus bahan limbah dari tubuh dengan cara mendorong air ke dalam rectum. Air tidak mengandung obat, herbal atau kimia, tidak menimbulkan rasa sakit dan bermanfaat bagi mereka yang memiliki kasus sembelit yang parah. Prosedur ini, seperti prosedur medis, yang dilakukan oleh seorang terapis di bawah bimbingan seorang supervisor. Colon cleansing meningkatkan sistem pencernaan serta kesehatan secara keseluruhan dari saluran pencernaan. 

c.    Sistem Kneipp
Jenis hydrotherapy memanfaatkan air panas dan dingin pada kulit dan diikuti sebagai bagian dari mandi Kneipp. Sistem ini membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara menguatkannya. Beberapa perawatan lain di bawah sistem Kneipp termasuk berjalan kaki menginjak air, salju dan embun.


G.   Prinsip Hidroterapi
Beberapa prinsip dasar dari hidroterapi sebagai berikut :
1.    Aplikasi dingin dapat membantu mengurangi ujung saraf  bebas yang sensitif terhadap nyeri dan dapat mengurangi reaksi inflamasi yang menyertainya.
2.    Aplikasi dingin dan panas dapat mengurangi reaksi kongesti atau pembengkakkan yang mengakibatkan nyeri dan kekakuan .
3.    Aplikasi dingin yang agak lama dapat mengurangi kecepatan aliran darah sehingga dapat mencegah timbulnya reaksi memar.
4.    Uap air hangat dapat membantu mengurangi nyeri dada dan sumbatan sinus.
5.    Aplikasi panas  dapat mengakibatkan vasodilatasi atau membukanya aliran darah yang mengakibatkan relaksasi dari otot.
6.    Aplikasi dingin sesaat pada awalnya menyempitkan pembuluh darah, mengurangi aliran darah, dan jaringan yang bengkak dan meningkatkan aliran darah pada organ dalam.  Setelah Aplikasi dingin sesaat, pembuluh darah terbuka dan jaringan dipenuhi oleh darah yang mengandung banyak oksigen.
7.    Aplikasi panas dan dingin yang bergantian dapat meningkatkan drainase dan oksigenasi ke jaringan.
8.    Aturan umum, selalu kompres dingin dahulu kemudian dilanjutkan dengan kompres panas dan diakhiri dengan kompres dingin.
9.    Aplikasi dingin yang lama dapat menekan sirkulasi dan metabolisme.
10. Aplikasi panas yang terlalu lama dapat membuat kongesti/sumbatan dan membutuhkan aplikasi dingin untuk memperbaikinya.
11. Kompres panas singkat (kurang dari 5 menit) dapat menstimulasi sirkulasi, tetapi kompres yang terlalu lama dapat menekan sirkulasi dan metabolisme secara drastis.
12. Pasien dengan sirkulasi yang tidak baik atau vitalitas yang rendah sebaiknya tidak diberikan aplikasi panas atau dingin tetapi lebih baik aplikasi hangat atau  sejuk.
13. Hindari pengobatan dengan hidroterapi setelah makan. Berilah rentang waktu satu setengah jam setelah makan.
14. Kompres dapat menggunakan handuk kecil yang direndam dahulu di air panas/ hangat/ sejuk/ dingin. Dapat pula meletakkan batu es diantara handuk bila Anda ingin kompres dingin. Sebaiknya handuk dibilas dahulu sebelum digunakan ulang karena sudah menyerap sisa metabolisme dari tubuh.
15. Berendam di air yang hampir sama dengan suhu tubuh ( 33-36 derajat C) dapat membantu merilekskan otot-otot dan sistem saraf. Anda dapat berendam selama 30 menit sampai 4 jam. Semakin lama anda berendam semakin baik sampai anda merasa rileks. Setelah anda berendam keringkan tubuh dengan cepat .

16. Berendam di air panas ( 38 derajat celcius ) dapat membantu mengurangi kekakuan otot dan sendi, meningkatkan sirkulasi pada jaringan kulit dan di bawah kulit, dapat membantu mengurangi rasa nyeri umum akibat arthritis. Sedangkan berendam di air dingin dapat meningkatkan aliran darah ke organ dalam dan mengurangi reaksi inflamasi.

Pada hidroterapi ada beberapa reflek yang saling berhubungan antara tempat kompres dan organ yang dipengaruhinya. Beberapa diantaranya :

a.  Kulit di telapak kaki dan tangan berhubungan dengan sirkulasi di kepala, dada dan organ di panggul (seperti kandung kemih, organ reproduksi, prostat).
b.  Kulit di bagian dada sebelah bawah berhubungan dengan ginjal.
c.   Kulit di muka berhubungan dengan  pembuluh darah di kepala.
d.  Kulit di dasar leher belakang berhubungan dengan mukosa hidung (hal ini yang menyebabkan kenapa kompres dingin di leher dapat menghentikan hidung yang berair).

Pada pengobatan hidroterapi, temperatur dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
Panas
Hangat
Hangat kuku/suam
Sejuk
Dingin
:
:
:
:
:
36-40 derajat C
34-36 derajat C
26-33 derajat C
18-26  derajat C
12-18  derajat C


Bab III
PENUTUP

Kesimpulan
                
Hidroterapi adalah penggunaan air untuk menyembuhkan dan meredakan berbagai macam penyakit ringan. Sifat-sifat penyembuhan air telah dikenal sejak zaman kuno terutama oleh peradaban Yunani, Romawi, dan Turki namun juga oleh orang-orang di Eropa dan Cina. Temperatur hidroterapi dibagi sebagai berikut panas, hangat, hangat kuku, sejuk dan dingin.




DAFTAR PUSTAKA

Teknik Hydroterapi Bagi Kesehatan. (Oktober 2008). Retrieved from http://pamangsah.blogspot.com/2008/10/teknik-hydroterapi-bagi-kesehatan.html
Pengobatan Dengan Hidroterapi. (November 2013). Retrieved from http://sehatluarbiasa.blogspot.com/2013/11/pengobatan-dengan-hidroterapi.html

Wednesday, July 8, 2015

Cerita Semester 4



Alhamdulillah hari ini tanggal 8 Juli 2015, UAS akhirnya selesai juga, setelah seminggu lebih berkutat dengan buku dan anatomi hehehe. Gak terasa udah 2 tahun kuliah di Solo dan menempuh pendidikan fisioterapi S1. Memang hari ini akhir dari semester 4, tapi ingat masih ada semester 5 yang perjuangan nya lebih berat dan harus mulai pre-klinik di Rumah Sakit, akan menghadapi pasien dari berbagai umur, suku dan budaya yang berbeda tapi sebagai calon tenaga medis semua harus di hadapi dengan siap dan senyuman.

Semester 4 memang bukan awal dari kesibukan ku, awal semua kesibukan dari semester 3. Tugas yang banyak, laporan praktek dan sebagainya tapi itu semua alhamdulillah dilalui dengan lancar walaupun sempat mengalami kegagalan dan putus asa karena rasa lelah kuliah dan organisasi. Kunci nya cuma satu yaitu MANAJEMEN WAKTU. Gimana cara nya aku bagi waktu buat belajar, ngerjain tugas dan organisasi. Bisa dikatakan diri ku lumayan sibuk walaupun gak terlalu sibuk tapi menyibukkan diri biar gak bosan hahaha, maklum anaknya gak bisa diam, diam pas lagi sakit atau gak ngantuk terus tidur deh. Kan mahasiswa harus lebih aktif, jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kerjaan nya cuma kuliah-pulang. Percuma dong bayar mahal-mahal buat kuliah tapi gak aktif.

Di semester 4 aku juga mengerjakan penelitian bersama 2 teman ku, Dini dan Sobrina. Kami mengangkat penelitian tentang postur tubuh manusia yang baik dan benar saat beraktivitas. Jujur aku merasa rugi saat tidak ikut untuk pengambilan data penelitian dikarenakan aku sakit hampir seminggu dan saat sakit itu juga aku UTS. Apa yang ku pelajari blass lepas semua dari ingatan dan gak masuk ke otak, efek sakit yah gitu. Merasa sistem imun drop benar-benar drop yah di semester 4 ini. Awal dari drop setelah aku bimbingan untuk olimpiade dan itu di porsir belajar untuk seminggu, melakukan bimbingan dari sore sampai malam. Bayangin habis kuliah langsung bimbingan, gak panas juga tuh otak. Efek nya aku mulai makan gak teratur, asupan vitamin juga kurang, dan akhirnya pertama kali kena maag yang benar-benar menyiksa.

Di tahun kedua aku kuliah, aku semakin mengenal teman-teman sekelas ku. Kami sangat akrab dan kompak walaupun dari berbagai daerah yang berbeda. Aku merasa memang kelas Fisioterapi S1 A jauh lebih kompak dari kelas sebelah hehehe. Disini punya teman baik yaitu Delin, Fitria, Ulfi, Ocha, dan semua nya yang gak bisa di sebutin satu-satu. Aku berharap rasa kekeluargaan ini tetap ada dan terjaga, tidak ada perselisihan atau apapun.

Semester 4 aku juga jadi sipen salah satu dosen untuk mata kuliah Praktek Manual Terapi I. Tahu gak apa itu sipen? Sipen itu semacam koordinator kelas, satu dosen dipegang oleh 2 sipen. Tugas nya ngambil kunci kelas, jurnal kelas, dan menghubungi atau mengingatkan dosen jika ada kuliah. Intinya jadi penghubung informasi antara dosen dengan mahasiswa nya. Enaknya jadi sipen itu bisa akrab dan kenal sama dosen. Tapi susah nya jadi sipen praktek, kalo udah mau ujian praktek harus cari ruangan dan mencocokkan dengan agenda dosen tersebut biar gak tabrakan jadwal, yah capeknya naik turun tangga 4 ke 2 tiap hari plus kadang di phpin sama dosen hahaha, but it's ok kan mahasisswa siapa yang butuh yah harus berjuang. Relain pulsa juga buat sms ataupun nelpon dosen hahaha.

Udah 2 kali jadi sipen yaitu di semester 2 Ilmu Biomedis Komprehensif IV dan yang di semester 4 Praktek Manual Terapi I. Nah jadi sipen nih gak boleh telat masuk kelas, ntar teman kelas pada ngomel dan dosen kadang nanya mana sipennya SO MUST ON TIME. Yah tapi aku nya selalu on time, 30 menit sebelum kuliah udah di kampus, salah satu teman ku dari DIII fisioterapi mengatakan kalo aku terlalu rajin buat datang ke kampus. Kampus masih sepi eh udah datang kkkk.

Gak kerasa juga 1,5 tahun lagi bakal lulus dari Fisioterapi S1 UMS dan melanjutkan profesi. Insha Allah langsung lanjut S2 ke luar negeri (cari beasiswa), mudahan ada rezeki dan dilancarkan, aamiin. Pengen ambil fisioterapi spesialis musculoskeletal atau gak cardiopulmonary, kadang mikir dua-duanya berat otot dan jantung-paru tapi gak akan berat kalo melalui proses belajar kan.

Sepenggal kisah dan jejak langkah di semester 4. Semoga semester 5 lebih baik dari semester sebelumnya. IPK dan nilai kuliah selalu bagus dan dapat mengaplikasikan ilmu nya ke masyarakat luas, jadi fisioterapis profesional dan berguna bagi nusa dan bangsa, serta jadi kebanggaan orangtua. Semangat buat menghadapi semester selanjutnya, karena perjuangan belum berakhir, ada cita-cita, mimpi dan harapan yang harus dikejar dan diwujudkan so jangan pernah menyerah ya guys. Bangkit dari kegagalan karena aku juga pernah gagal seperti kalian, harus ingat bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum tersebut yang merubahnya. Keep Smile & Keep Spirit for Your Future:)




Saturday, July 4, 2015

PANGGILAN BUMI PADA MANUSIA


BUMI, tempat kita berpijak saat ini merupakan satu-satunya tempat yang dapat kita singgahi. Dan berpijaknya kita di bumi ini hanyalah sementara. Cepat ataupun lambat kita akan kembali ke dalam perut bumi, merasakan keadaan di dalam bumi.

Dikatakan bahwa setiap hari bumi itu memanggil lima kali panggilan, yang berbunyi :

1. Wahai manusia, kamu berjalan di punggungku dan tempat kembalimu adalah perutku.

2. Wahai manusia, kamu memakan berbagai makanan di punggungku, tetapi kamu akan di makan ulat di dalam perutku.

3. Wahai manusia, kamu tertawa di punggungku, tetapi kamu akan menangis di dalam perutku.

4. Wahai manusia, kamu bersuka ria di punggungku, tetapi kamu akan bersedih di dalam perutku.

5. Wahai manusia, kamu berbuat dosa di punggungku dan kamu akan disiksa di dalam perutku.

Itulah isi panggilan bumi kepada orang-orang yang kini tengah sibuk dengan gemerlapnya dunia. Di mana mereka lupa bahwa tempat kembali yang sebenarnya adalah di dalam perut bumi. Dengan suasana yang begitu menakutkan bahkan menyeramkan, dan tak akan ada orang yang mampu menemani dirinya.

Oleh sebab itulah, janganlah kita terlalu bersenang-senang di bumi ini. Kita harus tahu bahwa semua ini hanyalah sementara dan akan kembali pada-Nya. Kita harus mampu menjaga diri ini agar jangan sampai melampaui batas, yang menyebabkan Allah murka pada kita, sehingga bumi pun ikut benci pada kita, dan membalaskan kebenciannya ketika kita kembali ke dalam perutnya. Naudzu billah.


Sumber: Terjemah Tanbihul Ghafilin Peringatan bagi Orang-orang yang Lupa/Karya: Abu Laits as Samarqandi

Wednesday, July 1, 2015

Metode Brunnstorm

REVIEW
Fase 1 : Flaksid
Fase 2 : Spastisitas mulai timbul
Fase 3 : Spastisitas terlihat nyata
Fase 4 : Spastisitas mulai menurun
Fase 5 : Spastisitas minimal
Fase 6 : Penderita sudah dapat melakukan banyak kombinasi gerakan dengan koordinasi yang cukup baik
 
Reaksi asosiasi : gerakan involunteer
a. Pemberian tahanan pada tungkai sehat saat gerak fleksi = menyebabkan ekstensi anggota gerak hemiplegi. (sebaliknya pemberian tahanan pada tungkai sehat saat gerak ekstensi menyebabkan fleksi anggota gerak hemiplegi)
b. Menggenggam kuat pada tangan sehat = menyebabkan reaksi menggenggam pada tangan hemiplegi (mirror synkinesis)
c. Memfleksikan tungkai hemiplegi atau memberi tahanan pada saat hemiplegi gerak fleksi = menyebabkan respons fleksi tangan hemiplegi ( homolateral synkinesis)
d. Menaikkan dan mengangkat lengan hemiplegi (pasif atau aktif) diatas atau melebihi horizontal = menyebabkan jari-jari ekstensi dan abduksi (Souque’s phenomenon)
e. Pemberian tahanan pada tungkai sehat dan saat gerak abduksi dan adduksi = menyebabkan respons gerak yang sama pada tungkai hemiplegi (Raimiste’s phenomenon)
 
THRUNK
a. Latihan trunk pertama lebih ditekankan pada kontraksi otot trunk pada sisi sehat dengan cara mendorong pasien keluar dari keseimbangan ke arah sisi hemiplegi, terapis sambil menjaga pasien jangan sampai jatuh bila responnya masih jelek. Dengan bentuk aktivitas, letakkan benda pada samping hemiplegi untuk disentuh, dipegang atau digenggam. Bila skill sudah timbul dorongan diarahkankan kesisi yang sehat. Gerakan ini membutuhkan kontraksi otot trunk sisi hemiplegi.
b. Tahap selanjutnya, pasien diperintahkan untuk reaching benda setinggi pasien  mampu mempertahankan pada posisi tersebut dan mampu kembali kekondisi tegak. Gerakkan kemudian lebih progresif ke gerak fleksi, ekstensi dan rotasi.