Tuesday, March 15, 2016

ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG



Jantung terletak dalam mediastinum di rongga dada, yaitu di antara kedua paru-paru. Jantung memutar ke kiri dengan apeks terangkat ke depan. Rotasi ini menempatkan bagian kanan jantung ke anterior, di bawah sternum, dan bagian kiri jantung terletak relatif di posterior. Apeks jantung dapat di palpasi di garis midklavikula pada ruang interkostal keempat atau kelima. Jantung terdiri atas dua pompa yang terpisah, yakni jantung kanan yang memompakan darah ke paru-paru dan jantung kiri yang memompakan darah ke organ-organ perifer. Seluruh bagian jantung berada pada rongga perikardium, yaitu suatu kantong fibrosa dengan membran lembab yang memungkinkan jantung bergerak dengan bebas selama kontraksi. Perikardium terdiri dari dua lapisan; lapisan dalam disebut perikardium viseral dan lapisan luar disebut perikardium parietal. Kedua lapisan perikardium ini dipisahkan oleh cairan pelumas, yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Jantung terdiri atas tiga lapisan. Lapisan terluar disebut epikardium, lapisan tengah merupakan lapisan otot yang disebut miokardium, dan lapisan terdalam yaitu lapisan endotel disebut endokardium.
 Jantung memiliki empat ruang : dua atrium dan dua ventrikel. Atrium berfungsi sebagai pompa primer, yang menerima darah dari vena-vena dan membantu mengalirkan darah masuk ke dalam ventrikel. Ventrikel menyediakan tenaga utama yang dapat dipakai untuk mendorong darah ke sirkulasi pulmonal atau sirkulasi perifer dan memompa darah ke arteri-arteri. Dinding atrium tipis, sedangkan dinding ventrikel tebal. Atrium kanan yang tipis dindingnya berada di sepanjang batas kanan jantung dan berada pada bagian depan jantung. Atrium ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah dan memompakan darah ke atas masuk ke arteri pulmonalis. Sekitar 80 % aliran balik vena ke dalam atrium kanan akan mengalir secara pasif ke dalam ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis. Sedangkan 20% sisanya akan mengisi ventrikel dengan kontraksi atrium. Atrium kiri menerima darah yang sudah dioksigenisasi dari paru-paru melalui ke empat vena pulmonalis dan mengalirkan darah ke ventrikel kiri. Atrium kiri berdinding tipis dan bertekanan rendah. Darah mengalir dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri melalui katup mitralis. Ventrikel kanan berbentuk bulan sabit, yang berguna menghasilkan kontraksi bertekanan rendah, yang mengalirkan darah ke dalam arteri pulmonalis. Beban kerja dari ventrikel kanan jauh lebih ringan dari ventrikel kiri karena sirkulasi pulmonar bertekanan rendah dengan resistensi terhadap aliran darah dari ventrikel kanan yang lebih kecil dibandingkan tekanan tinggi sirkulasi sistemik terhadap aliran darah dari ventrikel kiri. Akibatnya tebal dinding ventrikel kanan hanya sepertiga dari tebal dinding ventrikel kiri. Ventrikel kiri menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sirkulasi sistemik, dan mempertahankan aliran darah ke jaringan-jaringan perifer. Otot-ototnya tebal dan bentuknya menyerupai lingkaran, mempermudah pembentukan tekanan yang tinggi selama ventrikel berkontraksi. Antara kedua ventrikel dibatasi oleh sekat pembatas disebut septum interventrikularis. Septum ini juga membantu memperkuat tekanan yang ditimbulkan oleh seluruh ventrikel pada kontraksi.
Dinding jantung disusun oleh otot-otot jantung yang serabutnya bercabang-cabang. Diilihat dengan mikroskop serabut-serabut ini nampak tersusun dari sel-sel berinti yang terpisah-pisah. Jantung terdiri atas tiga tipe otot jantung yakni : otot atrium, otot ventrikel, dan serat khusus penghantar rangsangan dan pencetus rangsangan. Otot jantung mempunyai miofibril-miofibril tertentu yang mengandung filamen aktin dan miosin, dan filamen ini saling bertautan dan saling meinsersio terhadap satu sama lainnya seperti yang terjadi dalam otot rangka.
Jantung memiliki katup yang berfungsi mempertahankan aliran darah searah melalui bilik-bilik jantung. Ada dua jenis katup, yaitu : katup atrioventrikularis (katup AV), dan katup semilunaris. Katup-katup ini membuka dan menutup secara pasif, menanggapi perubahan tekanan dan volume dalam bilik-bilik jantung dan pembuluh darah. Katup A-V memiliki daun katup yang halus tetapi tahan lama dan terdiri dari 2 katup, yaitu : katup trikuspidalis dan katup mitralis. Secara umum, katup A-V mencegah aliran balik darah yang berasal dari ventrikel menuju ke atrium selama fase sistolik. Katup trikuspidalis yang terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan memiliki tiga buah daun katup. Sedangkan katup mitralis yang memisahkan atrium kiri dan ventrikel kiri memiliki dua buah daun katup. Daun katup dari kedua katup itu tertambat melalui berkas-berkas tipis jaringan fibrosa yang disebut korda tendinae. Korda tendinae akan meluas menjadi otot papilaris, yaitu tonjolan otot pada dinding ventrikel. Korda tendinae menyokong katup pada waktu kontraksi ventrikel untuk mencegah membaliknya daun katup ke dalam atrium. Katup semilunaris memiliki daun katup yang tebal dan terdiri dari 2, yaitu : katup aorta dan katup pulmonalis. Katup semilunaris mempunyai tiga daun katup simetris menyerupai corong , yang tertambat dengan kuat pada anulus fibrosus. Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta, sedangkan katup pulmonalis terletak antara ventrikel kanan dan arteria pulmonalis. Katup semilunaris mencegah aliran darah dari aorta atau arteria pulmonalis ke dalam ventrikel, sewaktu ventrikel dalam keadaan istirahat.

No comments:

Post a Comment